jump to navigation

Resah Hati, Tersilap Khilaf… April 8, 2015

Posted by Achmad Chabib Nursalim in Uncategorized.
add a comment

Tak jua hati ini beranjak dari relung gelap. Tak pula bangkit menyeka sawang. Berdebu. Tak terawat. Ditinggalkan.

Berulang kali memanjat, terpeleset pula. Berulang kali bangkit, terjatuh jua. Berulang kali berlari, tak urung terjungkal dengan kerasnya.

Hingga mungkin timpaan dari-Nya datang. Tidak! Janganlah engkau terkungkung tanpa tenaga. Marilah bergerak. Jangan ditunda!

Allahu Akbar…. November 29, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in Uncategorized.
add a comment

Lama rasanya tak bersua dengan tulis menulis. Kadang rindu, kadang kangen. Kesibukan yang melenakan, astaghfirullah… ingin rasanya kembali membahasahi hati dengan tetes hidayahmu, menyegarkan nurani kembali yang sempat kerontang saking keringnya. Naudzubillah…

Kembali membuat sebuah proteksi agar senantiasa bersih. Menjadi waspada kala lena menghampiri. Menguatkan tekat saat nikmat menyergap. Berusaha lebih keras dan tegas. Bertekat dengan lekat. Agar cita semakin bertabur cinta-Nya.

Bismillah…dengan menyebut nama-Mu Ya Rabb, kumulai hal baik ini bersama semangat yang terpatri di hati…

DJKN – PKNSI Penuh Kenangan May 2, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in Uncategorized.
Tags: , , ,
add a comment

Hari-hari telah kita lalui bersama. Setiap detik yang kita lewati, tiap peluh kita rasa. Derai harapan disela waktu yang kita lewati dan tak lekang kita simpan. Alangkah indah 7 bulan ini bersama kalian. Banyak hikmah, ibrah, pengalaman yang bisa ane ambil.

(more…)

Shalat, Oase Jiwa… April 30, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in cinta, dakwah, hati, islam, motivasi, renungan.
Tags: , , ,
1 comment so far

Jakarta, 30 April 2014

“Yaa Bilal,” seru Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” Arrihna bishshalah.” – “Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.”

Setiap hati selalu berkaitan dengan yang terkasih. Kecenderungan akan yang dicinta selalu ada. Kelu bibir jika tak berucap yang dirindu. Ah…hati pun merindu untuk bertemu. Inilah dimana cinta telah meliputi hati, jiwa, jua pikiran. Rasa-rasanya ingin senantiasa berbincang hangat dengan yang dirindu. (more…)

Perang Badar – Kisah Penuh Keimanan April 29, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in dakwah, hati, islam, motivasi, renungan.
Tags: , ,
1 comment so far

Jakarta, 29 April 2014

“Ya Allah, jika dalam perang ini umat muslimin kalah,” seru Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengancam,”Tak akan ada yang akan menyembah-Mu lagi.”

Ini adalah doa yang menggelegar, yang -sejujurnya- membuat ane merinding mendengarkannya. Doa bernada mengancam yang keluar dari lisan junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ada kisah dibalik doa ini. Kisah penuh haru, peluh, dan bercucur darah. (more…)

Berbaiksangkalah kepada Allah… April 25, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in cinta, dakwah, hati, islam, love, motivasi, renungan.
Tags: , , , , ,
add a comment

Jakarta, 25 April 2014

Mungkin ini kesekian kali ane ngepost tulisan perihal ini. Ini tulisan yang terinspirasi dari Ustadz Salim A. Fillah. Kisah yang beliau tulis juga di dalam karya-karyanya. Kisah yang indah dan insya Allah kita bisa mengambil ibrah dari cerita ini.

Berikut kisah yang ana sadur dari karya Ustadz Salim A. Fillah… (more…)

Barakah, barakah, barakah… April 24, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in dakwah, hati, islam, motivasi, renungan.
1 comment so far

Jakarta, 23 April 2014

Barakah, rasanya kata-kata tersebut membuat ane selalu senyum-senyum. Kata tersebut yang sering membuat hati ane, secara pribadi, merasa lebih lapang. Ya memang itulah barakah. Sungguh indah. Sungguh menenangkan.

Ane mau coba mengangkat dan menyinggung masalah korupsi dengan disenggolkan pada kata barakah. Kita semua tahu, kita jg pasti memahami betapa korupsi di negeri kita ini seperti sudah menjadi hal yang ditoleransi, dalam hal ini bisa juga korupsi kecil-kecilan. Sepertinya sudah tidak perlu lagi diberi contoh soal korupsi kecil-kecilan tersebut, hehehe… (more…)

Jodoh adalah Kepastian… April 24, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in cinta, dakwah, galau, hati, islam, love, nikah, renungan.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Jakarta, 24 April 2014

Jodoh. Dia yang termaktubkan dalam Lauhul Mahfudz. Dia yang diciptakan untuk kita, cuma untuk kita masing-masing. Dia yang indah jika bersandingkan kita, cuma untuk kita masing-masing. Dia yang telah diciptakan Allah untuk kita, cuma untuk kita masing-masing. Tak akan tertukar, tak akan berpindah ke lain jiwa. Jodoh. Dia yang berkecenderungan sama dengan kita. Dia yang berjiwa searah, seragam, juga mungkin bersimpangan dan berlawanan. Jodoh. Kita pasti menemukannya. 🙂

Jodoh bisa berarti pasangan. Memang telah ditetapkan dalam kalam-Nya perihal jodoh dan pasangan kita. (more…)

Seindah Barakah… April 22, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Jakarta, 22 April 2014

Sore ini, tanggal 22 Maret 2014, di Masjid Al Amanah DJPb Pusat, ba’da shalat ashar, seseorang berdiri dan menuju mimbar di samping mihrab. Dia memakai batik coklat dengan corak dan motif sekilas tetumbuhan. Dengan sedikit berdehem, beliau memulai tausiyahnya.

Eh kok terasa kaku ya tulisannya, hehe…kita obrolin santai ya…

Sesuai prolog ane di atas, sore ini sehabis shalat ashar, ane denger tausiyah yang mantap. Ringan sih bahasa yang dipakai, tapi kombinasi penyampaian yang pas membuat tausiyah sore ini enak disimak. Materi yang diangkat tentang barakah. Ya betul, kebarakahan. Kisah yang diambil dari Sirah Nabawiyyah, beberapa kisah yang diangkat. Salah satu kisahnya tentang kesulitan kaum muslimin saat itu. (more…)

Islam – Hujan ialah Rahmat… February 28, 2014

Posted by Achmad Chabib Nursalim in dakwah, islam, renungan.
add a comment

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf : 11)

“Ahh…hujan lagi, basah.”

“Duh jemuran gimana ini kalau hujan terus?!”

“Duh telat ini nanti kalau hujan terus.”

“Yah, gak bawa payung.”

“Aduh telat pulang kalau hujan terus.”

“Kenapa sih hujan mulu?!” (more…)